Tradisi yang Tetap Hidup di Tengah Perkembangan Zaman
JAWARA PROPERTY – Cirebon dikenal sebagai kota yang kaya akan tradisi, kuliner, dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu tradisi yang masih lestari hingga kini adalah Tradisi Ngapem, yaitu kegiatan membuat dan membagikan kue apem sebagai simbol rasa syukur, kebersamaan, dan permohonan ampun kepada Allah SWT.
Bulan Safar dalam penanggalan Hijriah seringkali dianggap sebagai bulan yang penuh dengan kesialan atau musibah. Namun, di Kota Cirebon, Jawa Barat, mitos tersebut tidak hanya dilawan dengan doa, tetapi juga dengan sebuah tradisi yang manis dan penuh makna.
Apa Itu Apem?
Apem merupakan kue tradisional yang terbuat dari campuran tepung beras, santan, gula, dan ragi. Setelah melalui proses fermentasi, adonan dimasak hingga menghasilkan tekstur yang lembut, berpori, dan memiliki aroma khas.
Di Cirebon, apem sering disajikan bersama gula merah cair (kinca) yang memberikan perpaduan rasa manis dan gurih. Penyajian ini menjadi ciri khas yang sangat digemari masyarakat.
Makna Filosofis Tradisi Ngapem
Kata “apem” dipercaya berasal dari kata Arab “afwan”, yang berarti maaf atau ampunan. Karena itu, tradisi Ngapem memiliki makna mendalam sebagai momentum untuk:
- Memohon ampun kepada Allah SWT.
- Membersihkan diri dari kesalahan.
- Mempererat tali silaturahmi.
- Berbagi rezeki kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat.
Tradisi Ngapem memiliki makna yang cukup penting bagi masyarakat Cirebon. Selain sebagai bentuk ungkapan syukur, ritual ini juga dianggap sebagai bentuk peringatan akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan, terutama pada bulan Saifair yang seringkali menjadi bulan yang mengandung banyak penyakit dan bencana
Tradisi Ngapem di Masyarakat Cirebon
Di berbagai desa di Kabupaten dan Kota Cirebon, tradisi Ngapem masih dilaksanakan secara gotong royong. Kaum ibu biasanya berkumpul untuk membuat ratusan bahkan ribuan apem yang kemudian dibagikan kepada warga.
Di beberapa daerah, kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi Mapag Ramadan, sedekah bumi, maupun acara adat keraton. Suasana kebersamaan terlihat ketika seluruh anggota keluarga ikut membantu menyiapkan bahan, memasak, hingga membagikan apem kepada tetangga.
Tidak sedikit pula masyarakat yang mengirimkan apem kepada sanak saudara sebagai simbol doa dan harapan agar hubungan kekeluargaan tetap harmonis.
Simbol Kebersamaan
Tradisi Ngapem mengajarkan bahwa makanan bukan sekadar untuk dinikmati, tetapi juga menjadi media mempererat hubungan antarsesama.
Saat apem dibagikan kepada tetangga tanpa memandang status sosial, tercipta nilai-nilai luhur berupa:
- Gotong royong.
- Kepedulian sosial.
- Kerukunan antarwarga.
- Rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan.
Nilai-nilai tersebut menjadi kekuatan budaya masyarakat Cirebon yang patut terus dijaga.
Kuliner yang Menjadi Identitas Daerah
Selain memiliki makna religius, apem juga menjadi salah satu kekayaan kuliner khas Cirebon. Banyak pelaku UMKM yang terus melestarikan pembuatan apem dengan resep tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kini apem hadir dalam berbagai variasi rasa dan bentuk, namun cita rasa autentik yang dipadukan dengan gula merah cair tetap menjadi favorit masyarakat.
Pelestarian Tradisi
Di tengah arus modernisasi, Tradisi Ngapem memiliki nilai penting sebagai warisan budaya yang perlu dikenalkan kepada generasi muda. Melalui pendidikan budaya, festival kuliner, dan promosi pariwisata, tradisi ini dapat terus hidup dan menjadi daya tarik khas Cirebon.
Melestarikan Ngapem bukan hanya menjaga sebuah makanan tradisional, tetapi juga mempertahankan nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, saling memaafkan, dan kepedulian sosial yang telah menjadi bagian dari jati diri masyarakat Cirebon.
Penutup
Tradisi Ngapem adalah cerminan kearifan lokal masyarakat Cirebon yang memadukan nilai agama, budaya, dan kebersamaan dalam sebuah hidangan sederhana bernama apem. Di balik kelembutan teksturnya tersimpan pesan tentang pentingnya saling memaafkan, berbagi rezeki, serta menjaga silaturahmi.
Oleh karena itu, Tradisi Ngapem bukan sekadar tradisi kuliner, melainkan warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan agar tetap dikenal oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang sebagai salah satu identitas budaya khas Cirebon.




Leave a Comment